Archive for June, 2005

choose…

Antoher bulletin board

1. MiNERaL WaTeR oR JuiCe?
Air

2. No0DLe oR PiZZa?
Dua2nya

3. WRiTe oR REaD?
Write

4. DRinK oR EaT?
Dua2nya

5. HaNG oUT oR STaY iN HoMe?
Stay in home

6. ChiNa oR JaPan?
China

7. SLeEP oR DoiNG sOMeTHinG?
Sleeeppppppzzzzzzzz

8. SPeaK EngLiSH oR CHiNeSe?
Dua2nya

9. NoVeL oR CoMiC?
Dua2nya… tapi sibuk jadi ga sempat baca

10. MoMMy oR DaDDy?
Both

11. BRoTHeR oR SiSTeR?
Sister….. ga punya brother

12. TaKeN oR SinGLe?
Single

13. SNeaKeRs oR KeDs?
Ga dua2nya

14. MoViE oR Tv SHoW?
Dua2nya

15. CaRToOn, RoMaNTiC, HoRRoR, oR
WaR?
Cartoon

16. DRuGs oR SMoKe?
Ga dua2nya

17. HaNG ouT WiTh FRieNds oR FaMiLy?
Frend

18. PhOTboX oR stUDiO?
Ga demen foto

19. SuPeRMaRKeT oR TRaDiTioNaL MaRKeT?
Supermarket

20. LaST, BOuTiQuE oR FaCToRy ouTLeT?
FO

Add comment June 12th, 2005

lazy…lazy…lazy…

Biasa….. bulettin dari Friendster
1 Apa yg buat lo males bgn pagi?
Ngantuk !!

2 Apa yg buat lo males sarapan?
Ga pernah males sarapan

3 Apa yg buat lo males pergi skul?
Quite useless

4 Apa yg buat lo males bljr?
Not interested with the subject

5 Apa yg buat lo males mkn siang?
Ga pernah males makan !

6 Apa yg buat lo males ketemu ama tmn2?
Hmm… jarang sih males ketemu temen

7 Apa yg buat lo males pacaran?
Ga pernah males…. walau blom punya hehe….

8 Apa yg buat lo males ngejomblo?
Kesepian hueheueh…..

9 Apa yg buat lo males bikin tugas?
Tugas’e useless, ga bisa mendatangkan duid hehe….

10 Apa yg buat lo males d rmh?
Ga pernah males di rumah

11 Apa yg buat lo males keluar rmh?
Macet…

12 Apa yg buat lo males ama lawan jenis?
Sifat jelek + muka jelek + fisik jelek = top !

13 Apa yg buat lo males mkn mlm?
Ga pernah males makan

14 Apa yg buat lo males dgrin radio?
Kadang2 berisik

15 Apa yg buat lo males dgrn CD?
Ga pernah males…. ato klo lagi ngantuk…

16 Apa yg buat lo males masak sendiri?
Panas

17 Apa yg buat lo males bawa mbl?
Macet + bemo super brengsek !

18 Apa yg buat lo males berpakaian rapi?
uhm…. dunno

Add comment June 12th, 2005

Review dari 3 hari pertama UTS semester 2

Review dari 3 hari pertama UTS semester 2

Hari ke-1

MK : Bahasa Pemrograman
Hmm… awalnya sih confidence aja, mungkin karena udah terbiasa programming sejak kecil. Mempelajari bahasa pemrograman baru tidak begitu menjadi masalah bagi saya.
Namun, setiap saya belajar pemrograman, saya cenderung untuk belajar secara konsep, dalam artian saya tau syntax yang mana digunakan untuk apa dan kapan. Namun saya tidak pernah dengan sengaja menghafal syntax-syntax tersebut dan kondisi-kondisi aneh yang terjadi jika syntax tersebut “dicobai”.
Dan karena saya selalu belajar menjadi programmer, bukan kompiler, maka jelas soal-soal coding pada umumnya selalu membuat saya sewot. “Diberikan code sbb : blah blah”. outputnya adalah…
Kalau saya bisa mengopy-paste compiler Java ke kepala saya, pasti UTS tersebut saya dapat 100 ^^.

Hari ke-2

MK : Bahasa Inggris II
About english language, it becomes quite not easy when i must talking instantly. But, about writing… hehe… ^^

MK : Pend. Agama Budha
Yang ini sudah dikasih kisi-kisi & rangkuman, jadi no problem lah….

Hari ke-3

MK : Aljabar Linear
Aljabar Linear ini termasuk mata kuliah favorit, karena relatif mudah. Tiap minggunya berkutat-kutat dengan Matrix dan Pers. Linear.
Namun dunno why, tadi waktu UTS rasanya bolpoin & kalkulator saya seperti kena kutukan, hitung sampai 3x hasilnya tetap keliru.
Akhirnya 1 nomor deh menjadi korban kesialan hari ini T_T

Tomorrow….
Besok UTS Analisa Sistem Informasi… bahannya lumayan banyak, dan juga quite susah… sampai sekarang masih belum belajar hehe… masih sibuk chat dan mempertimbangkan sesuatu sambil menulis blog ^^

Add comment June 11th, 2005

Gamexeon Milestone !! 2000 visitor di Nedstat

Walau saya meragukan counter nedstat, namun beberapa situs serupa juga menggunakan counter ini dan terpaksa harus saya gunakan agar bisa comparable dengan situs-situs tersebut.

Kemarin, tanggal 11 April 2005, my beloved site, Gamexeon.com berhasil melewati milestone 2000 visitor di nedstat. Anda bisa melihat link nedstatnya di sini
Meski situs ini tidak dikelola oleh lembaga resmi yang super-professional, namun Gamexeon merupakan situs game nasional yang digarap dengan professional. Dengan script yang tergolong canggih dan penulis-penulis handal, saya berharap Gamexeon bisa memberikan informasi yang berguna kepada anda, para pembaca.
Forum kami juga terus berkembang, jumlah member (dan junker) juga meningkat terus tiap harinya, saat ini terdapat 1423 member dan 12151 post di forum Gamexeon.
Jika tidak ada hal-hal yang berpengaruh besar, saya akan terus mengembangkan situs ini hingga menjadi media online terbesar di Indonesia.

Add comment June 11th, 2005

Sopir bemo brengsek !!

Hmm… bagi anda yang tidak mengetahui BEMO, bemo adalah singkatan dari becak bermotor, kendara’an angkutan umum yang biasanya menggunakan mobil Suzuki Cerry. BEMO ini mungkin cuman ada di Surabaya & sekitarnya (mungkin!!), mungkin juga di kota lain juga ada…
Tapi yang jadi masalahnya bukan mobilnya, tapi supirnya. Yap, Supir BEMO bisa dibilang orang brengsek yang sengaja dikirim Lucifer (presiden dunia neraka) ke bumi karena dianggap mengacaukan lalu lintas di dunia/negara neraka…
Mungkin itu adalah “ungkapan terhalus” yang bisa saya tulis di sini, mengingat blog ini tergolong media yang bersifat publik.
Mengapa saya begitu benci pada mereka ? Wah, pertanyaan bodoh jika anda adalah orang surabaya dan sering berlalu-lintas. Tentu anda sudah tahu jawabannya. Ini adalah penyebab-penyebab mengapa saya begitu “!@#$%^&*()” pada sopir BEMO.
1. BEMO suka berhenti tiba-tiba secara sepihak dan terkadang di tengah jalan.
2. BEMO jarang menyalakan lampu di malam hari, biasanya cuma lampu kota yang berwarna kuning tua.
3. Jika Sopir BEMO berhenti di tengah jalan, maka jangan membuang resource dan tenaga dengan menekan tombol klakson di setir anda, karena sama saja anda meneriaki sapi tuli !
4. Faktanya, 8 dari 10 mobil pada jalur rumah saya ke kampus adalah BEMO. Jadi bisa dilogika, jika tidak ada BEMO, maka jalan dari rumah saya ke kampus menjadi lebih singkat, sepi, damai, tentram, santai, dan menyenangkan.
5. BEMO suka membuat macet dengan cara berhenti di sisi kanan dan kiri pada 1 baris, jadi kita tidak bisa lewat.
6. BEMO suka putar balik seenaknya, disaat jalanan macet sekalipun.
7. BEMO suka menerobos dan memotong tanpa aturan, mentang-mentang mobilnya yang butut, tentu saja mobil pribadi saya dan anda-anda semua wajib mengalah. Karena jika mobil kita dicium/tercium BEMO, maka dijamin kita ga bakal dapat ganti rugi.
8. BEMO suka jalan pelan-pelan sekali untuk mencari penumpang bila isinya masih kosong. Jika diklakson, maka pergi ke nomor 3.
9. Sopir BEMO tidak sesuai dengan kebanyakan eksekutif yang berprinsip “time is money”, karena saat mereka diteriaki oleh supir taxi karena berhenti di tengah jalan, mereka hanya jawab “cuman sebentar aja lho berhentinya, sabar donk !!”
10. Sopir BEMO menganggap jalan yang mereka lalui ialah jalan mereka, mungkin saja memang nenek moyang mereka yang memabngun jalan tersebut… (asumsi : nenek moyang mereka tinggal di jaman kerja rodi/romusha dan disuruh untuk membuat jalan..)
11. Sopir BEMO bisa menghipnotis polisi, sehingga tidak kena tilang meski sudah menyetir secara tidak baik dan tidak benar.
12. Dan lain-lain

Untung saja dunia ini tidak seperti game Grand Theft Auto atau sejenisnya, karena jika dunia ini seperti GTA, maka para pelaku bisnis berikut pasti akan kebanjiran order :
1. Jasa pengangkut puing-puing mobil
2. Ambulan
3. Penyewaan kamar mayat
4. Penguburan
5. Instansi yang mengurus surat mobil meledak dan korban kecelakaan
Mengapa ? karena tentunya saya akan menggunakan cheat unlimited ammo dan menghadiahkan tembakan rocket launcher bagi tiap BEMO yang tiba-tiba berhenti di depan mobil saya.
Sayangnya, para pemimpin tidak akan mengalami hal seperti ini, pak presiden saja kalau mau lewat, selalu sendirian di jalan, mana tau dia kalau ada orang-orang brengsek seperti sopir BEMO ?!…

3 comments June 11th, 2005

Iseng mengisi bulletin

Ini saya ambil dari buletin board di friendster saya…

1. Suka minum kopi? kopi apa?
Biasa… cuman ga terlalu boleh minum kopi karena maag.

2. Suka ngerokok? rokok apa?
Tidak

3. Suka minum alcoholic drink? Fave lo’ apa?
Tidak

4. Model underwear sukanya yg gimana?
Yang mukanya enak diliat and bodynya kece

5. Kalo weekend sukanya ngapain aja?
Bobok di kasur.

6. Suka fast food gak? namanya?
Sangat Suka Sekali; KFC & MC.D

7. Suka pizza gak? yang apa?
Sangat Suka Sekali

8. Suka clubbing? di mana?
Gak.

9. Suka binatang apa?
Macan putih dunk !!! ama anjing & panda.

10. Suka ngapain aja kalo lagi banyak duit?
Tabung euy !!

11. Kalo lagi gak punya duit, sukanya
ngapain?
Ya kerja cari duid lah !!

12. Kalo masak, sukanya makanan apa?
Burger / Hot Dog

13. Suka buah apa aja?
Pisang and Apel

14. Suka perhiasan gak? yang gimana?
Suka, terutama yang mahal-mahal. Tapi kalau beli.. “suka”nya hilang

15. Suka minum beer gak? Merknya apa?
Gak

16. Suka chatting pake apa?
Yahoo Msger

17. Suka mandi pake sabun apa?
Ga inget merknya.

18. Kalo nonton, sukanya film yang gimana?
Cartoon, science, comedy.

19. Kalo lawan jenis, sukanya yang gimana?
Wah…. ga bisa dijelaskan disini.
Ya paling nggak cewenya baek and face nya lumayan sih oke !!.

20. Suka jutek gak? kenapa?
Ga tuh.

21. Suka ngapain aja kalo lagi sedih?
Tidur.

22. Kalo temen sukanya yang gimana?
Hm… yang care dan ga perhitungan.

23. Suka sex bebas gak?
Gak. (Gak tentu)

24. Suka terjun payung gak? sejak kapan?
Gak.

25. Kalo tidur sukanya posisi gimana?
Random… tapi ga pernah tengkurap. Duduk pernah.

26. Kalo sarapan sukanya makan apa?
Nasi empal langganan.

27. Kalo ulang tahun sukanya di kasih kado
apa?
Duid (mentahnya aja deh…)

28. Kalo pacaran sukanya di mana? kenapa?
Dimana ya…… di kamar tidur hehe……

29. Suka nelpon pake hp atau telpon rumah?
Telpon rumah.

30. Suka gak sih ngisi questioner kayak gini?
Lumayan

Add comment June 11th, 2005

BBS Berantakan

Kampus dimana tempat saya kuliah memiliki sebuah buletin yang diberi nama BBS. BBS adalah kepanjangan dari Buletin Berita Stikom.
Karena saya cukup tertarik dengan jurnalistik, dan memang itu adalah pekerjaan saya saat ini, maka saya cukup memberi perhatian pada media kampus ini.
Kebetulan edisi terakhir, Februari 2005 sudah di publish di situs resmi BBS di http://bbs.stikom.edu. Ada sebuah wacana yang menarik, yaitu “Revolusi Sang Komputer Desktop”, karena saya sering berurusan dengan hardware komputer, maka saya penasaran ingin membaca artikel tersebut.
Saya sih sebetulnya sudah merasa bahwa artikel tersebut pasti banyak “bug”nya, karena lingkungan kampus saya sendiri adalah lingkungan yang lebih mengarah ke IT edukasi dan bisnis, bukan IT product atau periperal. Saya cukup akrab dengan rekan-rekan penulis di BBS tersebut, dan saya tahu betul bahwa pengetahuan mereka soal hardware bisa dibilang kurang.
Setelah membuka http://bbs.stikom.edu/detil.asp?berita=420 saya betul-betul kecewa dengan buletin ini, karena terdapat banyak sekali bug. Disamping bug, ternyata narasumber yang mereka pilih juga (menurut saya) sangat kurang memadai.
Berikut adalah artikelnya dan komentar dari saya :

Revolusi Sang Komputer Desktop
Asep Hermawan, Technical Support Supervisor IT Clinic

Wow….. supervisor men….

Mengamati pesatnya perkembangan teknologi komputer desktop tahun lalu, tahun 2005 ini teknologi komputer juga dipastikan mengalami percepatan yang tak jauh berbeda. Pasalnya, sekitar tiga bulan sekali vendor-vendor hardware komputer selalu melepas produk-produk teknologi terbarunya di pasaran.

Setuju !!

Bahkan dijelaskan Asep Hermawan, Technical Support Supervisor IT Clinic, tahun 2005 ini percepatan teknologi komputer bisa jauh lebih tinggi. Hal ini diakuinya setelah membaca geliat pertumbuhannya menjelang awal-awal Januari 2005 lalu.

Mungkin…

Menurut pengamatan Asep, beberapa vendor hardware tampak melakukan lompatan-lompatan dalam memproduksi perangkat-perangkat kerasnya. Seperti Intel, misalnya. Intel baru saja mengeluarkan prosessor terbarunya, Presscot. Berbeda dengan prosessor intel pendahulunya, Presscot ini menggunakan L Case 2 yang di dalamnya tertanam memory sebesar 1 Mb. Sehingga kecepatan pemrosesan, bisa jauh lebih cepat.

Coba baca ini :
http://www.dvhardware.net/article1919.html
Intel Prescott to be launched on the 3rd of December (2003)
Baru ?? ck…ck… ck…
L Case 2 ?? L2 cache ??
Saya tidak pernah tahu ada spesifikasi mengenai “L Case 2” pada prosesor.
1 Mb : Harusnya 1 MB karena MB=MegaByte, Mb = Megabit; 1 byte = 8 bit.

“Jika biasanya processor Intel hanya menggunakan memory 512 Mb, maka kini intel mengupgrade memory di tiap processornya menjadi 1 Mb. Demikian juga dengan Celeron yang biasa dengan memory 256 Mb, kini mengupgrade standard memory processornya menjadi 512 Mb,” jelasnya pada BBS.

Paragraf kacau, mana ada upgrade dari 512 Mb ke 1 Mb ? Kelihatan sekali bahwa redaktur tidak mengerti teknis.

Dicontohkannya lagi, perubahan berarti juga terjadi pada storage. “Tahun ini, media simpanan hard disk diprediksikan beralih pada tipe-tipe Serial ATA (SATA). Dibanding tipe sebelumnya, Hardisk SATA ini memiliki kecepatan transfer data hingga 150 Mb per detiknya. Ini jauh lebih cepat dibanding hard disk yang biasa kita gunakan,” simpul Asep.

Kenyataannya harddisk SATA dan PATA tidak jauh berbeda dari segi performa…

Tak hanya itu, kabel data pada hard disk SATA ini ukurannya seperti kabel USB, sehingga sirkulasi dalam Casing pun bisa lebih baik. Dari kedua contoh hardware itu, Asep memprediksikan bahwa trend komputer desktop nantinya mengarah pada kualitas kecepatan.

Hmm….. yang ini masih bisa dibilang betul…..

Berdasarkan potensi di pasaran, di tahun ini Asep meramalkan kalau Intel masih menjadi market leader produk prosessor. Karena selama ini cukup terbukti, prosessor Intel memiliki kecepatan yang jauh lebih tinggi dan relatif stabil. Selain itu, sampai saat ni vendor-vendor yang terjun dalam industri prosessor masih sangat sedikit.

Intel memiliki kecepatan jauh lebih tinggi
Wowowow………… tergantung….. dalam bidang apa ? dalam aplikasi game ?? hohoho…… masih kalah dengan AMD FX-55 koq.

Sedangkan untuk perangkat-perangkat keras lainnya, Asep mengaku kesulitan memprediksikan siapa yang bakal menjadi trend setternya. Karena selain variantnya cukup banyak, persaingan teknologi antar vendor sangatlah pekat.

No Comment

Namun sekali lagi, Asep menegaskan jika nantinya pertumbuhan teknologi komputer desktop ini jauh lebih pesat dibanding teknologi notebook. “Selama ini, teknologi komputer selalu mengadopsi teknologi-teknologi komputer desktop. Jadi setelah berhasil mengembangkan teknologi desktop, vendor memikirkan lagi bagaimana ‘memboyong’ teknologi tersebut untuk digunakan notebook. Itu sebabnya, kenapa notebook tidak bisa mengalahkan teknologi yang dimiliki komputer desktop,” jelasnya

Mungkin benar… tapi ada juga teknologi yang dikembangkan di notebook dulu baru dipindah ke desktop. Contohnya ialah prosesor mobile Intel yang akan dibuat versi desktopnya, namun versi desktopnya sudah dual-core.

Namun demikian, Asep meyakini bahwa notebook nantinya tetap diminati. Karena saat ini, komputer mobile ini sudah menjadi lifestyle dari masyarakat kita. Khususnya notebook WiFi, yang memungkinkan penggunanya terkoneksi internet melalui jaringan hotspot.[noe]

Mungkin benar juga……

Ya itulah bug-bug dan keanehan yang sangat memperlihatkan baik narasumber maupun redaktur sendiri memiliki pengetahuan teknis yang kurang. Semoga di edisi-edisi berikutnya kejadian seperti ini tidak terulang lagi…

9 comments June 11th, 2005

Minggu pertama semester 2

Tanggal 28 Februari lalu, kuliah saya di semester 2 sudah dimulai. Setelah menjalani 1 semester di STIKOM, saya sangat berharap semester 2 ini jauh lebih enak daripada semester 1 dalam segi apapun (dosen dan kelas). Namun yang saya harapkan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan yang saya terima….
Hari pertama, Senin, adalah satu-satunya hari kuliah pagi hingga sore. Mata kuliah bahasa pemrograman masih lumayan enak, baik dari segi materi Java yang cukup interesting maupun dari segi pengajarnya. 3 SKS di mk bahasa pemrograman cukup fun, seperti mk algoritma logika pada semester 1. Setelah itu dilanjutkan mata kuliah Analisa Sistem Informasi.
Dalam MK ASI ini, tulah mata kuliah 3 sks jam 10 hingga 12.30 selalu mengundang rasa ngantuk yang dahysat kembali terjadi. Entah karena tulah tersebut atau karena dosen ASI, yang jelas rasa ngantuk ini jauh lebih ngantuk daripada mk Statistika pada semester 1 di jam dan hari yang sama.
Dalam kondisi ruangan yang cukup gelap (lampu dimatikan karena menggunakan imager), dan AC yang lumayan dingin, didukung oleh “mantra” pembawa tidur oleh sang dosen, sungguh merupakan pekerjaan berat membuat mata ini tetap terbuka… Untungnya setelah ASI, ada waktu 1,5 jam untuk break.
MK terakhir pada hari senin ialah Akuntansi… Well, saya sih punya kenangan yang buruk tentang akuntansi, karena dulu di SMU sempat mendapat nilai 10 (dari 100)… Namun rasanya ingin juga sih memperbaiki di kuliah ini.
Ternyata dosen akuntansi saya juga aneh…. terlalu bersemangat dalam mengajar namun tidak diikuti mahasiswa yang bersemangat pula, akibatnya dia mirip dengan pendeta yang sedang berkotbah di rumah ibadah…
Satu hal yang menarik ialah gaya dan nada bicaranya yang agak-agak unik, serta kata-kata yang menjadi trademarknya dia yaitu “tentunya”. Sudah lebih dari puluhan kali dia menyebutkan kata itu di akhir kalimat.
Secara overall, hari senin merupakan hari yang membosankan, kecuali pada MK Bahasa Pemrograman…..
Hari Selasa 1 praktikum dan 1 kuliah, namun praktikum baru dimulai setelah UTS, sedangkan kuliahnya sendiri jadwalnya sangat-sangat kacau, yaitu jam 5 hingga jam 7 sore. Jujur saja sangat malas sekali kuliah di jam sesore itu, karena jam-jam tersebut ialah jam dimana lalu lintas kacau balau dipenuhi bemo-bemo yang jalan-berhenti seenak udelnya.
Dan yang lebih membuat saya malas ialah MK-nya sendiri : “Pendidikan Agama Budha”…. well saya sendiri juga tidak sepenuhnya Budha, namun lebih tepatnya Kong Hu Cu, otomatis nantinya juga agak mubazir kan saya belajar Budha.
Dan memang benar, kelas agama Budha mahasiswanya hanya 9 orang (namun untungnya banyak yang cakep..), sepi…. diajar oleh nenek-nenek yang masih belum terlalu tua kelihatannya, namun saya betul-betul tidak kerasan di kelas tersebut…
Hari rabu, hanya ada 1 mata kuliah 3 SKS, yaitu Aljabar Linear. MK ini lumayan menyenangkan, dosennya juga enak dalam mengajar.
Hari kamis, hari dimulai dengan Bahasa Inggris II, dan entah kenapa jumlah mahasiswa seangkatan dengan saya hanya sedikit (sekitar 15 orang), sisanya dipenuhi mahasiswa angkatan atas yang mungkin ingin “memperdalam ilmu”…
Kelas seperti ini betul-betul tidak saya harapkan… Dosennya sama dengan dosen MK Bahasa Inggris I pada semester lalu, dan merupakan dosen yang cukup fun. Tapi dengan keadaan kelas yang seperti sekarang ini, rasanya MK Bahasa Inggris II tidak fun lagi seperti semester lalu…
Setelah Bahasa Inggris II, ada mata kuliah Perilaku Dalam Berorganisasi, dosennya lumayan enak, tidak terlalu sok formal, sehingga para mahasiswa dapat enjoy.
Hari Jumat, dimana saya berharap merupakan hari yang menyenangkan ternyata…….
Hanya ada 1 MK 2 SKS, yaitu Sistem Operasi I, Dosen yang mengajar bergelar S3. Ya.. walau bergelar S3, namun tetap saja mata kuliah ini betul-betul membosankan, persis sama membosankannya dengan mata kuliah PTI pada semester lalu…
Puncak sewot saya di semester 2 minggu pertama ialah pada saat dosen S3 tersebut memberi tugas yang harus ditulis tangan… Lucu kan, para dosen Konsep Sistem Informasi mengajarkan tentang office automation, konsep paperless dengan email, dan sebagainya… yang ini malah tidak paperless dan masih menyedot tenaga tangan.
Biasanya dosen-dosen “tradisional” seperti itu berdalih kalau tugasnya diketik, nanti bakal banyak yang ngopy… Namun dia lupa 1 hal, bahwa banyak jalan menuju Roma… Kalau memang ingin menyontek, saya tinggal bayari teman saya 10 ribu rupiah untuk menulis tugas saya bukan ?
Ya itulah minggu pertama semester 2 di STIKOM, secara overall sih masih sama membosankan dengan saat semester lalu, bahkan lebih membosankan semester 2 kayaknya…

4 comments June 11th, 2005

Kekacauan Pendidikan di Indonesia

Tidak bisa dipungkiri, bahwa pendidikan di Indonesia, khususnya di sekolah-sekolah dasar hingga menengah, hingga kuliah sekalipun betul-betul aneh…. Aneh dalam artian tidak ada satu tingkatan pun yang sesuai dengan kehendak saya….. egois memang…
Saat SD, kita diwajibkan untuk mencatat dan menerima apa saja yang diberikan guru. Tiap tahun kita wajib membeli buku (atau meminjam jika ada). Namun buku tulis tetap saja wajib beli.
Jika dipikir-pikir, kita membeli (atau meminjam) buku, dari buku tulis hingga buku paket pelajaran sebetulnya merupakan hal yang pemborosan dan sia-sia. Karena apa ? Ya toh pada ujian dan Ujian Nasional, nantinya buku-buku tersebut harus kita telan isinya, dan setelah lulus, buku-buku tersebut bisa dibilang tidak berguna lagi kecuali untuk bungkus kacang.
Dengan rata-rata belanja buku mencapai 300.000 rupiah / tahun ajaran, maka dari SD hingga SMU Kelas 3, yang mencapai 12 tahun, berarti kita sudah menghabiskan dana 3,6 juta hanya untuk buku saja, yang notabene nanti jadi bungkus kacang…
Keanehan kedua ialah budaya mencatat, dari SD kita diwajibkan memiliki catatan, hingga SMP pun demikian, SMU sudah agak bebas, boleh punya boleh tidak, namun ada juga guru yang memperlakukan anak SMU seperti anak SMP/anak SD, yaitu wajib punya catatan.
Well, dari segi poisitifnya, menurut pakar sih katanya jika kita menyalin / menulis sesuatu maka kita akan ingat sekian persen dari yang kita tulis tersebut.
Tapi dari segi negatifnya, menulis berarti kita membuat calon sampah, yaitu kertas. Jika anda sudah kuliah, maka buku catatan rumus-rumus SMP bisa dibilang tidak ada gunanya lagi dan lagi-lagi akan menjadi bungkus kacang.
Belum lagi dana yang kita keluarkan untuk membeli bolpoin dan alat tulis lainnya, jadi sia-sia kan ?!
Itu sih belum apa-apa dibandingkan dengan tenaga dan perhatian yang kita curahkan saat mencatat.
Fotokopi rasanya solusi yang paling rasional… selain lebih murah, juga lebih menyingkat waktu daripada mencatat. Sehingga waktu guru menerangkan kita bisa mendengarkan dengan seksama.
Lagian biasanya juga ada guru-guru yang sengaja menyuruh kita mengutib kalimat persis sama dari paket ke dalam catatan… Saya tidak habis pikir, terus buat apa kita beli buku paket ?
Saat sekolah dulu saya memang termasuk siswa yang malas mencatat dan gemar fotokopi, dan nyatanya saya jauh lebih nganggur di kelas dan nilai yang saya dapatkan juga tidak jelek (10 besar)…
Guru yang demokratis ialah guru yang memberi kebebasan muridnya, mau mencatat atau tidak yang terpenting ialah mengerti tentang materi tersebut.
Saya juga memiliki pengalaman yang betul-betul mengesalkan. Salah satu guru saya dahulu waktu SMU, betul-betul hobby mencatat. Catatan ialah nilai tugas. Dan catatan yang dia berikan termasuk sangat panjang dibanding dengan pelajaran lain. Kebetulan pelajarannya ialah Sejarah.
Dia selalu menggunakan OHP untuk menampilkan transparansi, nah kita sebagai siswa akan berubah menjadi mesin scanner yang siap menyalin isi transparan tersebut ke catatan. Suatu ketika terjadi materi tidak selesai padahal sudah tidak ada pertemuan lagi (mendekati ujian). Maka dia memutuskan untuk memfotocopy transparansinya. Buruknya, fotokopi tersebut nantinya disalin ke catatan.
Well, karena saya termasuk siswa yang berego tinggi, maka jelas saja saya tidak menyalin fotokopi tersebut ke catatan. Kalau sudah fotokopi, lalu disalin lagi ke catatan.. for what ? Saya sampai menduga bahwa dia punya perusahaan alat tulis…
Itu adalah pengalaman buruk saya saat SMU, moga-moga anda tidak senasib dengan saya bertemu dengan guru yang aneh-aneh.

Larangan penggunaan gadget
Keanehan lain selain mengenai catatan dan buku ialah urusan dengan teknologi. Teknologi dibuat untuk memudahkan manusia. Dan untuk “mudah”, tentu kita harus mampu menggunakan teknologi bukan ?
Namun sangat sedikit sekolah yang sudah menggunakan teknologi, bahkan beberapa sekolah malah “menghambat” penggunaan teknologi dengan melarang siswanya membawa gadget/ponsel.
Padahal mencatat jadwal ulangan di ponsel/gadget jauh lebih rapi dan aman dari hilang daripada kita mencatat di secarik kertas.
Dengan gadget/ponsel juga paling tidak kita terhubung dengan dunia, banyak ilmu yang bisa kita dapatkan dari internet. selain itu, tidak terlepas dari fungsi ponsel yaitu untuk menelepon.
Alasan yang banyak dipakai dalam kasus ini ialah ponsel yang mengganggu pelajaran… Untuk masalah tersebut, sebetulnya tergantung pengguna juga. Jika ponsel/gadget digunakan dengan semestinya dengan memperhatikan tata krama yang ada, maka tidak akan mengganggu pelajaran. Dari sejak saya pertama kali membawa ponsel ke sekolah hingga kuliah sekarang, tidak pernah sekalipun ponsel saya berdering di area sekolah/kampus.
Namun ada dan banyak juga putra-putri orang kaya yang menjelma menjadi “bintang iklan” dengan membawa dan memamerkan ponsel terbaru mereka yang harganya mungkin selangit bagi kaum tertentu.
Kembali ke fungsi alat-alat tersebut, jika difungsikan dengan baik, maka alat tersebut akan membantu pelajaran, bukannya menggnaggu. Namun sayangnya pihak sekolah biasanya mengeneralisasi bahwa membawa alat-alat tersebut akan membahayakan proses belajar mengajar, sehingga kaum yang tahu cara menggunakan gadget/ponsel jadi tidak nyaman berada di sekolah.
Sedikit banyak, hal tersebut akan menghambat penggunaan teknologi, dan akan memabawa bangsa kita yang kebanyakan dihuni orang-orang gaptek akan lebih gaptek lagi…

Pelajaran komputer : Pengacauan Standar Web
Beberapa sekolah telah mengajarkan web-design sederhana saat SMU. Termasuk sekolah saya dan beberapa teman saya. Bagus memang, mereka mendidik para webmaster muda. Setidaknya para siswa memiliki ketrampilan dalam membuat web.
Namun ada hal crucial yang mereka abaikan, yaitu standarisasi w3c.
Dalam SMU dulu, kita tidak akan diajarkan dan dikenalkan dengan tipe-tipe dokumen, seperti HTML 4.01 Strict, HTML 4.01 Transitional, XHTML, dan lain-lain. Markup-pun diajarkan seadanya dan jauh dari standar w3c.
Akibatnya ? cukup banyak web designer Indonesia yang harus belajar dan mengubah kebiasaan mereka untuk menyesuaikan dengan standar W3c. Salah satunya adalah saya.
Dalam w3c, setiap dokumen harus diberi Doctype yang menjelaskan jenis markup dokumen tersebut, lalu juga harus ada encoding yang menjelaskan sistem karakter yang digunakan di halaman tersebut.
Oleh sebab itu jangan heran kalau kebanyakan situs pendidikan di Indonesia, juga tidak lolos validasi.
Ini contoh-contoh situs yang saya coba validasi halaman indexnya :
www.stikom.edu : 19 error, tidak ada Doctype
www.petra.ac.id : 16 error
www.binus.ac.id : 70 error, tidak ada Doctype
www.ubaya.ac.id : 116 error, tidak ada Doctype
Berbeda dengan jika saya mencoba Oxford University
www.ox.ac.uk : “This Page Is Valid HTML 4.01 Strict!”
Itulah akibatnya jika kita “salah dari kecil”… Sampai-sampai situs universitaspun masih ada error segitu banyak… Padahal keempat universitas tersebut semuanya memiliki jurusan informatika.

Itulah opini saya mengenai betapa anehnya pendidikan di negara kita ini, anda mau setuju atau tidak setuju dengan opini saya itu urusan anda
Yang jelas saya betul-betul berharap pendidikan di negara kita dapat meningkat seiring dengan kenaikkan harga BBM… Karena saya sudah lumayan lelah jika harus berurusan orang “gaptek”……

1 comment June 11th, 2005

Andai aku jadi presiden

Meski seumur hidup sepertinya saya tidak akan menjadi seorang presiden, namun tidak ada salahnya kalau saya berandai-andai.
Nah, sekarang saya akan coba menuliskan pemikiran, ide, tindakan, atau segala hal yang terjadi jika seandainya saya menjadi presiden (presiden Indonesia)… Sebagian mungkin masuk akal, sebagian mungkin tidak masuk akal, namun sekali lagi saya bilang, “seandainya”. Jadi sebetulnya tidak perlu dipikirkan tingkat rasionalnya…..
Jika ada pemimpin negara yang mau menggunakan ide-ide saya ya silakan saja, tapi tolong negosiasi dulu dengan saya, jangan asal comot saja. Karena untuk ngetik blog ini, saya secara tidak langsung mengeluarkan duid, untuk bayar listrik komputer, bayar biaya internet, juga snack yang mencegah perut keroncongan… hehehe……..
Ini adalah hal-hal yang mungkin terjadi andai saya menjadi presiden… Namun berhubung saya tidak akan pernah jadi presiden, jadi ya anggap saja ini angan-angan saya yang mungkin tidak akan terjadi…

1. Pemangkasan Birokrasi
Kita selalu berpikiran negatif tentang bisnis jaringan (sejenis MLM, Binary, dll), padahal ada sisi positif yang bisa kita ambil. Bisnis jaringan memperpendek jalur distribusi produk hingga biaya yang seharusnya habis untuk distribusi, kini diberikan pada anggota. Dengan kata lain, barang akan lebih mudah dan cepat berjalan dari produsen ke konsumen.
Sama halnya dengan negara, proses birokrasi yang semakin rumit dan panjang akan menyebabkan kita sebagai warga negara harus mengeluarkan uang-uang ekstra untuk memenuhi kantong petugas. Birokrasi yang rumit inilah juga yang memicu adanya bisnis calo-calo.
Pengalaman saya membuat SIM, saya harus menunggu 1 jam hanya untuk ngecap jari dan tanda-tangan… itu sudah menggunakan calo. Mana ada eksekutif super sibuk yang mau merelakan waktu 1 jam demi hal seperti itu…
Ya kalau kursi di ruang tunggu kantor samsat itu kursi DaVinci yang harganya 50 juta, mungkin saya akan setiap hari memperpanjang SIM hahaha…..
Tapi kenyataannya, suasana di kantor samsat kurang nyaman, karena ramai, agak kotor, kursi ga nyaman, ga ada AC, dan sebagainya……
Jika perlu, proses registrasi ( pengisian formulir ) dilakukan dengan sistem IT. Kita hanya perlu pergi ke kantor untuk foto, cap jari, dan tanda tangan. Dengan begitu kita dapat menghemat penggunakan “manusia” di sebuah birokrasi. Mengurangi “manusia” di birokrasi otomatis mengurangi potensi KKN, karena komputer selalu bekerja tegas, dan tidak mengenal kata “KKN” hehe….
Dampaknya mungkin banyak yang di PHK…. Ya tidak jadi penerima formulir namun jadi teknisi IT kan juga pekerjaan….. Jika tidak bisa komputer…. Ya pergi aja ke desa, ngurus sawah atau kebun hehe….. Jaman gini masa ga bisa komputer… payah ah….

2. Pemerataan internet di semua tempat
Tidak bisa dipungkiri bahwa jika anda tidak tinggal di tengah kota besar, maka mendapatkan jaringan internet yang “layak” dipakai adalah hal yang nyaris mustahil. Sebagai informasi, bandwidth international Indonesia itu 1,2 Gbps. Dibagi dengan 200 juta penduduk Indonesia, anggap saja hanya 50% yang menggunakan internet, maka 1 orang akan mendapat jatah bandwidth 1.200.000.000 / 100.000.000 = 12 bps.
Ya…… 12 bps. Untuk mendownload file 1 MB dengan 12 bps dibutuhkan waktu kira-kira 185 jam.
Sekarang kurang lebih ada 5% orang Indonesia yang menggunakan internet. Maka 5% = 10.000.000 penduduk.
Berarti bandwidth rata-rata untuk setiap penduduk ialah 24 bps.
Buruk sekali bukan ? Ya sudah menjadi ketentuan alam bahwa Indonesia punya banyak sekali penduduk, sedangkan harga bandwidth juga begitu mahal. Namun tanpa internet, saya jamin bangsa ini akan jalan ditempat. Coba anda perhatikan teman-teman anda, pola pikir, pengetahuan, dan kemampuan dari mereka yang sering membuka internet dan jarang membuka internet pasti akan berbeda.
Bisa dibilang internet sudah masuk ke dalam kebutuhan pokok. Namun apakah kita mampu membeli lebih banyak bandwidth ? Padahal dengan bandwidth sekarang saja Indonesia harus mengeluarkan uang sejumlah Rp. 450 milyar untuk biaya tersebut…..
Solusinya ada di nomor. 3
Prinsipnya internet harus ada di mana-mana, di ruang tunggu dokter sekalipun disarankan ada wi-fi atau terminal untuk internet. Jadi bagi para eksekutif, mereka tidak sampai ketinggalan informasi disaat mereka melakukan pekerjaan “menunggu”….

3. Legalkan sesuatu yang ilegal…… dengan pajak tinggi tentunya
Hal-hal negatif seperti rokok harusnya ditarik pajak setinggi mungkin. Juga usaha-usaha ilegal yang mencetak uang seperti casino, tidak ada salahnya dilegalkan. Bangun saja casino di sebuah pulau…. beres kan. Dan jangan lupa, pajaknya ditarik setinggi mungkin.
Untuk apa duid hasil pajak hal-hal tersebut…. untuk membangun bangsa, membeli bandwidth internet, pendidikan, dan lain-lain

4. Game = pencetak uang
Kita harus menyadari bahwa industri game merupakan industri yang berprospek. Semua orang juga tahu kalau perusahaan game Electronic Arts lebih mapan ketimbang IPTN kebanggaan bangsa yang hampir (atau sudah ?) bangkrut.
Mengapa Indonesia tidak membuat saja IGI ? Industri Game Indonesia ?
Tapi ingat, jangan menjual game anda di Indonesia, karena mubazir, jual saja di Eropa atau Amerika dengan catatan, game tersebut memiliki kualitas yang comparable dengan game-game international…. bukan game-game seperti “Kartu Kembar Multi Bahasa” buatan pak David dan kawan-kawan. Meski ada bahasa Palembang, Sunda, atau apalah…. Tapi apakah orang yang ngerti bahasa tersebut tertarik membeli game kartu tersebut ?!. Dari segi komersil, game dengan bahasa Inggris tetap lebih menguntungkan.
Atlet-atlet kita banyak yang keok di kejuaraan international ? Mengapa tidak mencoba dalam bidang game ? Bina atlet-atlet E-Sport muda dan kirim mereka ke lomba-lomba seperti World Cyber Game. Tidak menutup kemungkinan kan mereka bisa menang ?
Buang jauh-jauh bahwa game itu merusak anak kecil, penyebab kebodohan, merusak generasi bangsa, penyebab kemalasan dan seterusnya. Itu hanya statement yang dilontarkan orang-orang yang sebetulnya menjadi penyebab kekacauan tersebut….

5. Divisi khusus dari berbagai komunitas
Disamping menteri yang membantu saya, saya akan membuat divisi / kelompok khusus yang berisi wakil-wakil dari komunitas yang ada di Indonesia. Dari komunitas penggemar bola, mobil, motor, game, overclock, Linux, Windows, Web, hacker, dan lain-lain. Jadi setiap ada keputusan yang saya ambil, saya bisa mendapat masukan dari kacamata orang yang memiliki interest yang sama dengan yang ada di divisi tersebut.
Contoh : kenaikan BBM, kira-kira gimana tanggapan dari komunitas overclocker ?
Makin banyak masukan akan makin baik.

6. Mata-mata untuk mengawasi jalannya pemerintahan
Tentu saja ada agency mata-mata yang terebar di berbagai sudut kota dan desa. Entah itu pura-pura melanggar lalu lintas lah, pura-pura menyogok petugas lah… ntar kan ketahuan mana petugas busuk dan mana petugas yang betul-betul sip !

7. Pembenahan lalu lintas
Macet + banjir = nightmare. Itu adalah rumus menyetir mobil (versi saya)
Jika macetnya karena banyak mobil pribadi, ya kita harus mengoptimalkan transportasi umum. Bus, atau trem, atau sejenisnya. Dan pastikan fasilitas umum tersebut betul-betul enak dinikmati semua kalangan, dari kalangan orang desa hingga eksekutif.
Jangan di dalam transportasi umum malah ada pengamen, penjambret, dll…. Mana ada yang mau naik ?! Dan akibatnya…. Ya jalan jadi macet…..
Kalau diluar pusat kota terutama di Surabaya…….. penyebab utama macet ialah “BEMO” !!!
8 dari 10 kendaraan di jalur rumah saya ke kampus adalah angkutan kota. Anda tahu kan sifat khas angkot…… jalan pelan-pelan, jalan-berhenti seenaknya, putar balik seenaknya padahal macet banget…. Pokoknya mereka bertindak seolah-olah mereka yang punya jalan tersebut.
Saya sih mengeluarkan peraturan simpel. 1x melanggar : denda, 2x melanggar SIM dicabut sebulan, 3x melanggar, BEMOnya jadi besi tua !. Melanggar dalam arti disini ialah membuat kacau seperti yang saya sebutkan diatas.
Bagaimana supaya tahu ada BEMO yang melanggar…… tugas spy donk hehe……

8. Presiden harus berkomunitas
Yap, buat forum, blog, talk show setiap minggu… pokoknya harus dekat dengan rakyat. Bila perlu bawa gadget yang bisa menampung 10 nomor telepon, jadi bisa di sms sama warga negaranya….

9. E-everything
Segala sesuatu yang bisa diubah menjadi komputerisasi harus diubah. Mulai dari pemerintahan hingga membayar tagihan sampah, semuanya bisa dilakukan via internet, everytime, everywhere !
Bagaimana kalau banyak manusia nganggur ?!
Latih mereka jadi tenaga yang profesional. Kirim mereka ke luar negri tapi jangan jadi babu atau kacung. Minim jadi kabag atau manajer lah….. Seperti orang India yang banyak bekerja di M$.

10. Belajar yang santai
Pendidikan di Indonesia ini terlalu memforsir waktu, tenaga, dan otak. Akibatnya, banyak siswa yang malas belajar….
Buat pendidikan lebih santai, arahkan ke spesialisasi, bukan generalisasi. Asah bakat dan minat siswa, jangan semua materi dijejalkan ke siswa. Kecuali kalau ada harddisk yang bisa dipasangkan ke otak….

11. Semboyan-semboyan yang membodohi
Seperti Hemat pangkal Kaya : Sehemat apapun kalau tanpa rejeki, usaha, kecerdasan dipadu dengan kelicikan dalam mencari uang, anda tidak bakalan kaya.
Rajin pangkal Pandai… : Serajin apapun anda jika IQ tidak mendukung, tidak akan pandai… Mungkin lebih tepat “Rajin pangkal Disayang Bos”
Pelan-pelan asal selamat : Semboyan ini berpotensi menyebabkan prosesor-prosesor keluaran baru tidak laku, karena lebih baik lambat….. asal selamat ( dari kemiskinan…… ) hehehe……… Harusnya dikoreksi menjadi “Cepat dan harus Selamat”

12. Strategi Kompetitif
Negara saya harus punya satu atau banyak hal yang bisa dibanggakan dan dijadikan “power” untuk “menguasai” negara lain. Indonesia kebetulan kaya akan SDA. Olah sendiri SDA kita, dan jual dengan harga kompetitif (kita kan produsen besar)…
Minyak, gas alam, dll itu jual dengan harga mahal…….. biar negara kita kaya. Jangan biarkan orang-orang asing mengutak-atik SDA kita.
Pokoknya negara kita harus punya nilai lebih yang positif, sehingga kita menjadi negara terpandang di dunia……

13. Gaul dengan segala bangsa
Gerakan Anti-Amerika……. Bullshit lah, habis demo anti Amerika terus makan di McD atau Kentucky ya sama aja lah…….
Bergaul dengan semua bangsa….. ga ada ruginya. Buat apa anti bangsa ini itu, kecuali kalau memang bangsa tersebut bermasalah seperti Malaysia yang mau rebutan pulau…..

14. Penegasan mekanisme dan sistem kerja
Jadi prosedur segala sesuatu harus standar, seragam, dan dijalankan dengan tegas. Tidak ada KKN dan sejenisnya……..

15. Hukuman bagi koruptor
Adalah menyumbangkan 90% dari seluruh hartanya untuk negara (urunan bayar utang Indonesia)….

16. Pajak masuk = 0 %
Biar kita bisa menikmati barang-barang canggih dari luar negeri. Kalau tidak, nanti kita malah ketinggalan teknologi.
Kalau semua orang mampu beli komputer, maka akan semakin banyak yang melek teknologi dan akan menimbulkan efek positif bagi bangsa ini……

17. Desentralisasi
Sistem negara bagian juga bisa dipertimbangkan. Setidaknya jika gubernur masing-masing negara bagian berhasil maka negara juga makmur.
Kalau semua diatur pusat, resikonya kalau pusat ada masalah, sampai ke ujung-ujung juga akan kena masalah.
Desentralisasi akan membuat tiap negara bagian berlomba-lomba menjadi yang terbaik, membangun gedung-gedung pencakar langit, infrastruktur teknologi yang canggih, dan lain-lain.

18. Pekan Game Nasional
Mirip PON, hanya saja cabang olahraga diganti dengan Game….

Wow…………….. 18 saja deh, karena tangan saya udah pegal dan saya udah ngantuk……. Lagian ini kan cuman berandai-andai…. Ntar saya lanjutkan andai-andainya di mimpi saja hehehe………..

Add comment June 11th, 2005


Calendar

June 2005
M T W T F S S
    Jul »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Posts by Month

Posts by Category