Posts filed under 'My Campus'

Copy Paster become a winner

Long time i haven’t updated this blog, neither login into wordpress dashboard. While at last few days i came to the dashboard, i got an incoming link from budiwijaya.or.id, and then i click it, and directed to his website with this post at the front page.

It seems my campus held a blog competition, called blogfest. Hmm.. talking about blog, i still remember exactly a lecturer has told me 1-2 years ago that blog is an embarrassing thing, and people who like to write blog doesn’t know what is “shy” :D

So according to his theory, currently my campus did something very very shameful ! =))


Ok, now about the competition… after read several blogs like this and this, I know that my campus really did a mistake which probably they didn’t want to. The champion of that competition is a copy-paster :D

Talking about copy-paste, i suddenly remember that one of my lecturer is very expert on detecting copy-paste. He told me (us in the classroom) that he rejected an article made by someone because it was a plagiarism (and he was very proud because he can detect it).

I wonder why doesn’t he become one of the jury, so that accident would not happen… :-?

3 comments May 27th, 2007

Considering to Resign

Hmm…. setelah melalui beberapa minggu semester 4, praktis tidak ada secuilpun semangat dan keinginan untuk menyelesaikan studi saya di kampus. Faktor-faktor penyebab hal tersebut sebagian berasal dari saya sendiri yang memang sangat tidak enjoy berada dalam lingkungan pengajaran kampus yang seperti sekarang ini (faktor pendorong), dan juga banyak kesibukan lain yang jauh lebih penting daripada mengerjakan tugas yang biasanya berbentuk translate atau merangkum buku :|

Bayangan saya saat masuk di kampus ini, adalah sebuah kampus dimana orang-orang didalamnya telah berpikiran modern. Pengajaran bisa dilakukan melalui online; dimana jika saya berhalangan hadir; saya bisa membaca materi online, sehingga saya pikir bisa mencari beberapa bisnis diluar kuliah. Untuk materi-materi tertentu, saya bisa menguasainya hanya dengan membaca slide atau handout. Tentunya itu sangat menghemat waktu, dibanding 2 jam lebih duduk manis di dalam kelas sambil ngantuk.

Lingkungan Cyber saya pikir adalah dimana konsep paperless sudah mulai digunakan, ditambah dengan adanya gadget-gadget yang enak dipandang. Namun kenyataannya sangat berbeda. Saya lebih merasa bahwa penerapan cyber terlalu dipaksakan, dan diterapkan minimal, asal bisa disebut cyber.

Contoh saja wifi, memang kecepatannya cukup tinggi, tapi beberapa port yang diblok praktis membuatnya unusable. Setiap hari saya mengakses e-gold menggunakan https:// dan hal tersebut tidak dapat dilakukan menggunakan koneksi wifi.

Instant Messengerpun, setahu saya hanya YM saja yang dibuka, padahal saya memiliki beberapa kolega di Ciprus yang menggunakan ICQ.

Port yang dibuka hanyalah port yang umum, yang biasa digunakan untuk newbie. Power User biasanya memilih untuk membawa HP CDMA dengan Starone untuk berinternet di kampus, daripada menggunakan Wifi.

Saat presentasi di sekolah saya, orang sales/marketing juga pernah bilang bahwa materi bisa didownload melalui portal. Wah… saya pikir nantinya bakal menyenangkan kalau saya download semua, dan saya baca dulu. Kalau sudah ngerti, nggak perlu masuk kelas… Ternyata, hanya sebagian dosen saja yang slidenya diupload di portal tersebut, sebagian kita harus antri untuk mengopy di komputer yang terdapat di kelas. Jujur saja, saya merasa kesulitan mendapatkan slide dengan cara seperti ini. Dan kesannya, sistem ini dipaksakan untuk ada. Hanya diperuntukkan untuk promosi.

Sama saja jika ada promosi, mobil X terdapat sound system. Tapi ternyata yang ditaruh disana hanya radio tape Made in China yang harganya under 1$. Memang sama, memiliki sound system…..

Masalah lainnya adalah masalah jadwal. Saya sangat tidak comfort untuk bangun pagi, terlebih lagi kalau untuk tujuan kuliah. Standar bangun pagi saya adalah pukul 7-8. Sedangkan untuk kuliah, saya harus bangun jam 6 kurang. Mungkin itu resiko saya karena saya memilih kelas pagi. Namun lucunya, saya juga kebagian jadwal kelas malam. Praktikum saya ada yang dimulai jam 18.45 hingga 20.20. Buruknya praktikum tersebut diadakan pada hari Jumat, yang notabene terkadang ada data ekonomi US yang cukup vital, yakni NonFarm Payroll.

Saya jadi bertanya-tanya, apa pengaruhnya saya memberi centang kelas pagi, jika saya juga mendapat jatah kelas malam ?

Jadwal praktikum tersebut telah fix, dalam artian pihak kampus dengan algoritma pengacau jadwal(tm) yang sangat canggih yang memberi jadwal tersebut kepada saya.

Sertifikasi internasional adalah salah satu yang paling diunggulkan. Saya akan mendapat fasilitas untuk test mendapat 2 sertifikat, yaitu OCA untuk Oracle, dan MCP untuk VB.NET. Namun jika melihat kehidupan sosial dosen-dosen yang ada ekstensi OCA atau MCP di belakang nama mereka, kelakuan dan karakteristik, serta knowledgenya, saya jadi tidak tertarik lagi mendapat 2 gelar tersebut.

Mendapatkan gelar 2 biji tersebut tidak akan menjamin anda sukses. Namun yang jelas, pasti akan memanjangkan nama anda :)
Yang saya dapati adalah salah satu dosen yang menyandang gelar OCA, adalah seorang yang tukang pamer. Dia menceritakan pernah menerima proyek ini itu… bahkan sempat bilang “Kalian tanya sama orang IT, sapa yang ngga kenal xxxxxxx”….

Saya hanya bisa mengelus dada. Lantas apakah saya membayar SPP hanya untuk mendengarkan dosen pamer seperti itu ? Bagaimana saya bisa menyerap ilmunya apabila saya sudah ilfil duluan di depan ?
Bahkan Bill Gates saja yang semua orang IT pasti tahu namanya, mungkin tidak pernah membuat statement “Siapa orang IT yang tidak kenal saya ??”

Untuk sertifikasi VB.NET, saya bahkan belum mendapat bukunya padahal hingga saya lulus mata kuliahnya. Buku Microsoft tersebut bernilai sekitar 50$ lebih, dan nantinya akan saya jual. Lha saya sudah lulus mata kuliahnya, buat apa saya dapat bukunya ?

Dispensasi untuk mahasiswa bekerja hanya sebatas 50%, dan itupun, harus betul-betul bekerja di perusahaan yang resmi dan terdaftar (PT, CV, dll). Jadi bagi anda yang berwiraswasta, mungkin seperti webdev, atau FOREX trader, dll; jangan harap anda bisa mendapatkan dispensasi 50% bolos. Kampus tidak akan melihat berapa yang anda dapatkan. Bekerja di PT kecil, gaji kecil, kerja banyak, akan dimaklumi oleh pihak kampus. Namun berwirausaha, kerja agak ringan, penghasilan lumayan, hanya dilihat sebelah mata saja.

Lingkungan di daerah kampus juga tidak terlalu nyaman. Praktis dari sekian banyak stan yang buka di kantin (ada sekitar 5-10 mungkin), tidak ada yang sesuai dengan selera saya. Mereka menjual makanan aneh-aneh seperti Indomi-telor… Wah.. maaf sekali, saya butuh makanan yang lebih bergizi dan lebih enak daripada Indomi tiap hari :)

Bandingkan dengan keanekaragaman masakan yang disajikan di SMU saya dulu, lengkap mulai dari nasi campur, nasi capcay, nasi goreng, bakso, sosis, dll. Dan pelayanannya jauh lebih cepat daripada kantin di kampus. (Padahal mungkin kantin kampus sudah menerapkan teori antrian Multichannel Singlephase System)…. namun memang teori tidak sepenuhnya benar :)

Pembangunan gedung ke-2 sudah berlangsung kurang lebih 2 tahun, baru jadi 5 atau 6 lantai. Sungguh terkejut ketika saya mengetahui Universitas Ciputra hampir selesai proses pembangunannya. Padahal itu gedungnya 5-6 lantai, done kurang dari 6 bulan saja.

Bahkan Mall ekstensi Mal Galaxy saja masih lebih cepat daripada pembangunan gedung 2 yang relatif tidak terlalu besar. ( Faktor $ mungkin… )

Faktor-faktor tersebut sudah cukup membuang ketertarikan saya untuk kuliah. Ditambah lagi dosen-dosen subyektif yang membodohkan saya. Mereka umumnya menilai proses, bukan hasil. Dimana dalam dunia nyata, hasil lebih diperlukan daripada proses. :) (Apapun style trading anda, yang penting profit kan :D )

Faktor lainnya adalah saya memiliki banyak hal yang mesti saya urus, seperti maintenance 2 website client, web-web saya sendiri, dan beberapa pekerjaan affiliate.

Saya lebih fun mengerjakan “hal” tersebut ketimbang kuliah. Karena dengan hal tersebut, saya bisa hidup dengan enak, jalan-jalan ke mall tiap minggu, beli ini dan itu, dll. At least, kesibukan saya terbayar sesuai dengan ekspetasi saya.

Sedangkan kuliah… tugas translate 35 halaman apakah menjamin saya akan sekaya Bill Gates ? atau secerdas Enstein ? Apakah menghafalkan 7 OSI-Layer sesuai ajaran salah satu dosen akan menjamin saya menjadi taipan di bidang telekomunikasi ?

Kuatnya faktor pendorong dan penarik tersebutlah yang membuat saya mempertimbangkan untuk keluar dari perkuliahan. Walaupun belum final, karena saya harus berkonsultasi dengan beberapa rekan, namun hal tersebut bukan sesuatu yang mustahil untuk terjadi :)

27 comments April 3rd, 2006

Tugas paling konyol sepanjang masa !!

Kampus saya yang memiliki CyberCampus memang unik. Entah mungkin gaya berfikir orang-orang cyber betul-betul susah dimengerti, atau memang kenyataan bahwa otak mereka telah kacau balau karena setiap hari melihat diagram dan baris-baris code.

Setelah mendapat tugas konyol dari mata kuliah SO-2kali ini saya mendapat tugas yang luar biasa, yaitu disuruh untuk menjelaskan file config oracle dan MENGEPRINT SEMUA ISINYA

Perlu anda ketahui, bahwa file .ora yang menjadi bahan tugas ini berjumlah 14 buah, dengan total baris mencapai ribuan. Dengan font courier new 6 point sekalipun, masih menghabiskan lebih dari 20 halaman.

Pertanyaannya…… APA YANG SAYA DAPAT SETELAH SAYA MENGEPRINT FILE ITU ???

Mata kuliah ini, yaitu Database Administrator memang termasuk dalam jajaran mata kuliah yang berujung kepada sertifikasi OCA, salah satu hal yang menjadi kebanggaan dan bahan iklan kampus saya. Memang mengambil OCA melalui jalur mahasiswa biayanya jauh lebih murah daripada anda menempuh jalur resmi melalui pelatihan. Namun hukum harga menentukan kualitas juga berlaku disini. Selain tugas konyol semacam ini, praktikum DBA kemarin juga boleh dibilang berantakan. Komputer berjalan seperti dinosaurus merangkak, ditambah AC yang rusak pula. Itupun hanya ada beberapa komputer yang Oraclenya dapat berjalan normal…. Mengenaskan bukan ?

Jika tujuannya adalah agar mahasiswa dapat mengerti file config oracle, seharusnya cukup diajarkan bagaimana membaca aliran petunjuk dalam sebuah file config. Karena dengan mengajarkan dasarnya, kita dapat menggunakannya di lain waktu, walau diluar aplikasi Oracle.

Lalu mengapa harus di print ? apakah ybs memiliki relasi dengan pabrik printer, tinta printer, ataukah pabrik kertas ??

Tugas konyol seperti ini bukan merupakan tugas aneh pertama yang diberikan oleh ybs. Semester lalu pada mata kuliah SQL, dia memiliki ide jenius, yakni menerjemahkan buku guide Oracle dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Hmm.. mungkin maksudnya baik, membantu mahasiswa lain yang nilai MK Inggrisnya betul-betul “D”, bukan hasil intimidasi seperti kasus saya. Untungnya, saya tidak kebagian tugas gila tersebut, kalaupun saya kebagian, paling-paling saya bayar translator untuk menerjemahkan; karena kesibukan saya masih banyak dan lebih penting daripada mengerjakan tugas konyol seperti itu.

Jika keadaan seperti ini terus, rasanya bukan hal yang mustahil apabila saya meninggalkan kampus ini di semester depan. Karena kualitas pengajaran yang saya dapatkan betul-betul berseberangan dengan yang saya inginkan.

21 comments March 28th, 2006

I got D on Business English I

Setelah beberapa bulan vakum, rekan saya kembali mengupdate blognya dengan post berjudul Back with More Complain

Masalah ini merupakan masalah yang cukup menggelikan, dimana saya dan rekan saya mendapatkan nilai D pada mata kuliah Business English I. Tentu tidak etis jika saya sebutkan nama dosen saya di blog ini:D

Memang saya akui kalau kemampuan bahasa Inggris saya tidaklah superior, namun demikian, saya berhasil berbisnis dengan beberapa orang luar negeri, diantaranya dari Cyprus (Northfinance), Switzerland (Neuimex), India (eFXco), US (InterbankFX) dan Malaysia (ada teman disana :D).

Bukannya menyombongkan diri, namun saya rasa tidak sepantasnya saya mendapatkan nilai D untuk mata kuliah Inggris, apalagi jika saya rinci nilai saya adalah sebagai berikut :
Ujian Tengah Semester : 80
Ujian Akhir Semester : 83
Nilai lain-lain : 0 (setelah dicek di komputer terminal di kampus, ternyata ini adalah poin untuk “NILAI LAIN-LAIN”)

Dengan presentase sebesar 30%, nilai lain-lain ini mampu membuat nilai akhir saya menjadi 49 ! Dan voila, i got D.

Saya betul-betul tidak mengerti apa alasan si dosen memberikan saya nilai D. Saya terhitung tidak masuk 4x (atau 5x), 3x diantaranya berturut-turut pada 3 minggu terakhir dimana acara perkuliahannya adalah latihan untuk UAS dan sudah tidak dihitung presensi oleh pihak kampus.

Sebagai manusia yang normal, tentu saya memilih untuk jalan-jalan ke mall, atau online di rumah untuk mengurusi bisnis saya daripada menghabiskan waktu untuk hal-hal yang kurang berguna (latihan untuk UAS). Toh tanpa latihanpun, nilai UAS saya masih 83 dan masuk dalam grade A.

Rekan saya bahkan lebih mengenaskan lagi, dia mendapat nilai 550 untuk test TOEFL yang diadakan kampus saya di awal tahun ajaran. Dan dia adalah salah satu peserta angkatan 2004 dengan nilai tertinggi . Karena kehebatan si dosenlah, maka dia juga mendapatkan nilai D :))

Dari kasus ini, saya pernah mencoba untuk mendiskusikannya dengan pihak yang lebih tinggi (wakil ketua), namun bukannya mendapat pencerahan, saya justru semakin tenggelam =))

Intinya, hal yang bisa saya tangkap adalah, bahwa kampus saya tidak mampu menilai kemampuan mahasiswanya kecuali dengan cara-cara jaman baheula seperti ujian dan quiz. Mungkin bila Linus T (pembuat Linux) mengikuti mata kuliah Sistem Operasi II yang notabene belajar Linux, bisa saja mendapat nilai D karena tidak mengikuti quiz (karena dia lebih suka bekerja membuat Linuxnya :D).

Semoga pengalaman saya ini dapat membantu anda yang akan menempuh jenjang studi di universitas, carilah tau mengenai universitas anda hingga sendetil mungkin, agar anda tidak menyesal kemudian (seperti saya :( )

49 comments March 26th, 2006

Thanks to BNCC

Terhitung sudah 3x Gamexeon telah bekerja sama dengan BNCC. Biasanya Gamexeon menjadi sponsor publikasi untuk acara-acara mereka. Acara mereka yang terakhirpun juga demikian… Gamexeon juga menjadi sponsor publikasi untuk acara Fixtion, yaitu pameran komputer untuk mahasiswa baru BINUS.
Dan kemarin kiriman bukti sponsor dan ucapan terima kasih telah sampai ke tempat saya, kebetulan dikirim via ekspedisi FedEx.
Fixtion

Beberapa bulan sebelumnya, Gamexeon juga berpartisipasi sebagai media publikasi untuk acara terbesar mereka, yaitu BION. Acara tersebut menggelar berbagai lomba dengan hadiah total mencapai Rp. 40.000.000
Dan tentu saja, saya mendapat pigura lagi :D
BION
Piagam ini sudah sampai beberapa bulan lalu :)
So far sangat menyenangkan bisa bekerja sama dengan mereka, especially dengan Linda - the queen of sleep =))
1 bulan lalu Gamexeon juga bekerja sama dengan STIKOM (kampus saya sendiri)… tapi sampai sekarang masih belum terima cd dokumentasi, atau piagam-piagam… Mungkinkah mereka lupa ? =))

8 comments November 2nd, 2005

Tugas SO yang konyol !!

Hari-hari terakhir dan saat ini merupakan hari-hari yang cukup sibuk, dikarenakan kuliah yang memang padat. Saya sendiri yang mengambil 24 sks tidak menyangka kalau bakal sepadat ini :(
Dan untuk semester 3, juga tidak semua mata kuliahnya menarik, meski hampir semua mata kuliah yang saya ambil merupakan mata kuliah kunci.
Dari sekian mata kuliah tersebut, ada 1 mata kuliah yang memberikan saya tugas yang sangat konyol… Yaitu membuat disk boot yang bisa booting dan meload CD-ROM di DOS.
Mata kuliah tersebut adalah Sistem Operasi II yang kebetulan kelas saya diajar oleh dosen wali sendiri. Awalnya cukup antusias, saya berharap pelajaran akan menjadi lebih menyenangkan karena diajar oleh dosen wali sendiri… namun yang saya dapatkan ternyata kurang begitu memuaskan.
Kesan pertama, sudah cukup tidak menyenangkan bagi saya, beliau dengan seenaknya memanggil saya dengan sebutan “ndut” di kelas, mungkin tidak masalah jika saya masih SD atau SMP, namun dalam dunia perkuliahan hal tersebut saya rasa tetap saja kurang bisa dibenarkan.
Selanjutnya, kesan jelek saya diperparah dengan beliau yang menyatakan bahwa penulis BLOG adalah orang yang tidak punya malu. “Saya tuh bingung melihat orang-orang yang membuat BLOG… koq bisa mereka itu seperti nggak punya malu dengan memaparkan semua yang ada di kepalanya”… begitu kira-kira perkataan beliau. Padahal banyak orang seperti priyadi, dan salah satu dosen saya juga mempergunakan blog sebagai ajang membagi ilmu dan informasi… apakah ini yang dinamakan tidak tahu malu ?
Well, itu adalah kejadian-kejadian kecil di pertemuan pertama, namun saya tidak terlalu memikirkannya, karena emang banyak kesibukan yang harus segera dihandle.
Pada pertemuan kedua, kebetulan saya tidak hadir karena kondisi badan yang kurang sehat, namun dari hasil cerita teman saya, beliau mengatakan bahwa jika anda menginstall linux dan sampai hang, maka pasti ada hardware di komputer anda yang jelek… Kurang lebih seperti itu berdasarkan penuturan teman saya. Well… Apakah jika saya menggunakan hardware canggih yang baru keluar kemarin dan menginstall Mandrake atau Suse terbaru, kemudian hang, apakah komputer saya yang jelek ? statement tersebut saya rasa kurang berdasar dan tidak rasional. Tentu saja beliau tidak bisa seenaknya menjustifikasi seperti itu, karena memang compability Linux sendiri juga tidak sebagus Windows, bukti nyata adalah driver kabel USB Modottel saya yang hingga hari ini, saya masih mencari dan belum menemukan driver linuxnya.
Pertemuan ke-3, yaitu hari ini, saya mendapat tugas yang cukup konyol, yakni membuat diskboot DOS yang bisa meload drive CD-ROM. Hal ini terkait karena banyak mahasiswa yang tidak mengenal apa itu autoexec.bat dan config.sys
Reaksi beliau saat mengetahui bahwa kebanyakan mahasiswa tidak mengenal autoexec.bat dan config.sys saya rasa sungguh berlebihan… “Anda lahir dimana koq tidak kenal autoexec.bat dan config.sys…”
2 file tersebut memang familiar dengan DOS dan Windows 98 kebawah. Namun dijaman sekarang, Windows sudah tidak lagi menggunakan 2 file tersebut. Sehingga menurut saya wajar saja bila ada dan banyak orang yang tidak mengetahui keberadaan 2 file tersebut.
Kebanyakan mahasiswa di kampus saya juga baru mengenal komputer dan langsung menggunakan Windows XP atau 2000, jelas mereka tidak akan mengenal autoexec.bat dan config.sys, apalagi mengutak-utik command didalam 2 file tersebut. Dahulu kita hanya memiliki memory sekitar 1 MB di area DOS. Jika anda menjalankan game-game DOS, biasanya ada beberapa program yang diletakkan di upper memory. Hal tersebut diletakkan di config.sys. Namun sekarang, kebanyakan orang sudah menggunakan Windows, game dan aplikasi DOS juga sangat jarang, dan ukuran RAM juga relatif besar, so tidak ada salahnya jika kita tidak mengetahui 2 file tersebut, karena memang tidak terlalu berguna.
Tugas membuat diskboot itu meski sangat mudah namun cukup merepotkan, karena selain harus membeli disket, saya juga harus memasang lagi floppy drive yang sudah lama saya lepas.
Awalnya saya pikir kampus saya yang memiliki motto “Cyber Campus” adalah kampus yang betul-betul canggih dan up-to-date dengan hardwarae-hardware terbaru… namun ternyata yang terjadi jauh dari hal tersebut.
Mungkin untuk mensinkronkan dengan motto cyber campus tersebut, lebih tepat jika tugas tersebut diganti menjadi membuat bootable flashdisk. Saya rasa hal tersebut lebih menarik dan masuk akal.
Karena disket selain gampang rusak, harganya relatif mahal (2x-3x cd blank !!), dan lambat, banyak komputer dan laptop sudah tidak menyediakan floppy drive. Lagian jika kita membutuhkan boot dari luar HDD, banyak sekali distro Linux Live CD yang bisa meload OS yang cukup kompleks dari CD. Ataupun CD installer Windows sendiri juga bootable kan…
Well… saya hanya berfikir kita harus belajar teknologi kedepan, seperti mungkin sistem index Windows Longhorn, atau apalah, rasanya lebih worth daripada saya harus “belajar membuat bootdisk”…

18 comments September 8th, 2005

Review dari 3 hari pertama UTS semester 2

Review dari 3 hari pertama UTS semester 2

Hari ke-1

MK : Bahasa Pemrograman
Hmm… awalnya sih confidence aja, mungkin karena udah terbiasa programming sejak kecil. Mempelajari bahasa pemrograman baru tidak begitu menjadi masalah bagi saya.
Namun, setiap saya belajar pemrograman, saya cenderung untuk belajar secara konsep, dalam artian saya tau syntax yang mana digunakan untuk apa dan kapan. Namun saya tidak pernah dengan sengaja menghafal syntax-syntax tersebut dan kondisi-kondisi aneh yang terjadi jika syntax tersebut “dicobai”.
Dan karena saya selalu belajar menjadi programmer, bukan kompiler, maka jelas soal-soal coding pada umumnya selalu membuat saya sewot. “Diberikan code sbb : blah blah”. outputnya adalah…
Kalau saya bisa mengopy-paste compiler Java ke kepala saya, pasti UTS tersebut saya dapat 100 ^^.

Hari ke-2

MK : Bahasa Inggris II
About english language, it becomes quite not easy when i must talking instantly. But, about writing… hehe… ^^

MK : Pend. Agama Budha
Yang ini sudah dikasih kisi-kisi & rangkuman, jadi no problem lah….

Hari ke-3

MK : Aljabar Linear
Aljabar Linear ini termasuk mata kuliah favorit, karena relatif mudah. Tiap minggunya berkutat-kutat dengan Matrix dan Pers. Linear.
Namun dunno why, tadi waktu UTS rasanya bolpoin & kalkulator saya seperti kena kutukan, hitung sampai 3x hasilnya tetap keliru.
Akhirnya 1 nomor deh menjadi korban kesialan hari ini T_T

Tomorrow….
Besok UTS Analisa Sistem Informasi… bahannya lumayan banyak, dan juga quite susah… sampai sekarang masih belum belajar hehe… masih sibuk chat dan mempertimbangkan sesuatu sambil menulis blog ^^

Add comment June 11th, 2005

BBS Berantakan

Kampus dimana tempat saya kuliah memiliki sebuah buletin yang diberi nama BBS. BBS adalah kepanjangan dari Buletin Berita Stikom.
Karena saya cukup tertarik dengan jurnalistik, dan memang itu adalah pekerjaan saya saat ini, maka saya cukup memberi perhatian pada media kampus ini.
Kebetulan edisi terakhir, Februari 2005 sudah di publish di situs resmi BBS di http://bbs.stikom.edu. Ada sebuah wacana yang menarik, yaitu “Revolusi Sang Komputer Desktop”, karena saya sering berurusan dengan hardware komputer, maka saya penasaran ingin membaca artikel tersebut.
Saya sih sebetulnya sudah merasa bahwa artikel tersebut pasti banyak “bug”nya, karena lingkungan kampus saya sendiri adalah lingkungan yang lebih mengarah ke IT edukasi dan bisnis, bukan IT product atau periperal. Saya cukup akrab dengan rekan-rekan penulis di BBS tersebut, dan saya tahu betul bahwa pengetahuan mereka soal hardware bisa dibilang kurang.
Setelah membuka http://bbs.stikom.edu/detil.asp?berita=420 saya betul-betul kecewa dengan buletin ini, karena terdapat banyak sekali bug. Disamping bug, ternyata narasumber yang mereka pilih juga (menurut saya) sangat kurang memadai.
Berikut adalah artikelnya dan komentar dari saya :

Revolusi Sang Komputer Desktop
Asep Hermawan, Technical Support Supervisor IT Clinic

Wow….. supervisor men….

Mengamati pesatnya perkembangan teknologi komputer desktop tahun lalu, tahun 2005 ini teknologi komputer juga dipastikan mengalami percepatan yang tak jauh berbeda. Pasalnya, sekitar tiga bulan sekali vendor-vendor hardware komputer selalu melepas produk-produk teknologi terbarunya di pasaran.

Setuju !!

Bahkan dijelaskan Asep Hermawan, Technical Support Supervisor IT Clinic, tahun 2005 ini percepatan teknologi komputer bisa jauh lebih tinggi. Hal ini diakuinya setelah membaca geliat pertumbuhannya menjelang awal-awal Januari 2005 lalu.

Mungkin…

Menurut pengamatan Asep, beberapa vendor hardware tampak melakukan lompatan-lompatan dalam memproduksi perangkat-perangkat kerasnya. Seperti Intel, misalnya. Intel baru saja mengeluarkan prosessor terbarunya, Presscot. Berbeda dengan prosessor intel pendahulunya, Presscot ini menggunakan L Case 2 yang di dalamnya tertanam memory sebesar 1 Mb. Sehingga kecepatan pemrosesan, bisa jauh lebih cepat.

Coba baca ini :
http://www.dvhardware.net/article1919.html
Intel Prescott to be launched on the 3rd of December (2003)
Baru ?? ck…ck… ck…
L Case 2 ?? L2 cache ??
Saya tidak pernah tahu ada spesifikasi mengenai “L Case 2” pada prosesor.
1 Mb : Harusnya 1 MB karena MB=MegaByte, Mb = Megabit; 1 byte = 8 bit.

“Jika biasanya processor Intel hanya menggunakan memory 512 Mb, maka kini intel mengupgrade memory di tiap processornya menjadi 1 Mb. Demikian juga dengan Celeron yang biasa dengan memory 256 Mb, kini mengupgrade standard memory processornya menjadi 512 Mb,” jelasnya pada BBS.

Paragraf kacau, mana ada upgrade dari 512 Mb ke 1 Mb ? Kelihatan sekali bahwa redaktur tidak mengerti teknis.

Dicontohkannya lagi, perubahan berarti juga terjadi pada storage. “Tahun ini, media simpanan hard disk diprediksikan beralih pada tipe-tipe Serial ATA (SATA). Dibanding tipe sebelumnya, Hardisk SATA ini memiliki kecepatan transfer data hingga 150 Mb per detiknya. Ini jauh lebih cepat dibanding hard disk yang biasa kita gunakan,” simpul Asep.

Kenyataannya harddisk SATA dan PATA tidak jauh berbeda dari segi performa…

Tak hanya itu, kabel data pada hard disk SATA ini ukurannya seperti kabel USB, sehingga sirkulasi dalam Casing pun bisa lebih baik. Dari kedua contoh hardware itu, Asep memprediksikan bahwa trend komputer desktop nantinya mengarah pada kualitas kecepatan.

Hmm….. yang ini masih bisa dibilang betul…..

Berdasarkan potensi di pasaran, di tahun ini Asep meramalkan kalau Intel masih menjadi market leader produk prosessor. Karena selama ini cukup terbukti, prosessor Intel memiliki kecepatan yang jauh lebih tinggi dan relatif stabil. Selain itu, sampai saat ni vendor-vendor yang terjun dalam industri prosessor masih sangat sedikit.

Intel memiliki kecepatan jauh lebih tinggi
Wowowow………… tergantung….. dalam bidang apa ? dalam aplikasi game ?? hohoho…… masih kalah dengan AMD FX-55 koq.

Sedangkan untuk perangkat-perangkat keras lainnya, Asep mengaku kesulitan memprediksikan siapa yang bakal menjadi trend setternya. Karena selain variantnya cukup banyak, persaingan teknologi antar vendor sangatlah pekat.

No Comment

Namun sekali lagi, Asep menegaskan jika nantinya pertumbuhan teknologi komputer desktop ini jauh lebih pesat dibanding teknologi notebook. “Selama ini, teknologi komputer selalu mengadopsi teknologi-teknologi komputer desktop. Jadi setelah berhasil mengembangkan teknologi desktop, vendor memikirkan lagi bagaimana ‘memboyong’ teknologi tersebut untuk digunakan notebook. Itu sebabnya, kenapa notebook tidak bisa mengalahkan teknologi yang dimiliki komputer desktop,” jelasnya

Mungkin benar… tapi ada juga teknologi yang dikembangkan di notebook dulu baru dipindah ke desktop. Contohnya ialah prosesor mobile Intel yang akan dibuat versi desktopnya, namun versi desktopnya sudah dual-core.

Namun demikian, Asep meyakini bahwa notebook nantinya tetap diminati. Karena saat ini, komputer mobile ini sudah menjadi lifestyle dari masyarakat kita. Khususnya notebook WiFi, yang memungkinkan penggunanya terkoneksi internet melalui jaringan hotspot.[noe]

Mungkin benar juga……

Ya itulah bug-bug dan keanehan yang sangat memperlihatkan baik narasumber maupun redaktur sendiri memiliki pengetahuan teknis yang kurang. Semoga di edisi-edisi berikutnya kejadian seperti ini tidak terulang lagi…

9 comments June 11th, 2005

Minggu pertama semester 2

Tanggal 28 Februari lalu, kuliah saya di semester 2 sudah dimulai. Setelah menjalani 1 semester di STIKOM, saya sangat berharap semester 2 ini jauh lebih enak daripada semester 1 dalam segi apapun (dosen dan kelas). Namun yang saya harapkan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan yang saya terima….
Hari pertama, Senin, adalah satu-satunya hari kuliah pagi hingga sore. Mata kuliah bahasa pemrograman masih lumayan enak, baik dari segi materi Java yang cukup interesting maupun dari segi pengajarnya. 3 SKS di mk bahasa pemrograman cukup fun, seperti mk algoritma logika pada semester 1. Setelah itu dilanjutkan mata kuliah Analisa Sistem Informasi.
Dalam MK ASI ini, tulah mata kuliah 3 sks jam 10 hingga 12.30 selalu mengundang rasa ngantuk yang dahysat kembali terjadi. Entah karena tulah tersebut atau karena dosen ASI, yang jelas rasa ngantuk ini jauh lebih ngantuk daripada mk Statistika pada semester 1 di jam dan hari yang sama.
Dalam kondisi ruangan yang cukup gelap (lampu dimatikan karena menggunakan imager), dan AC yang lumayan dingin, didukung oleh “mantra” pembawa tidur oleh sang dosen, sungguh merupakan pekerjaan berat membuat mata ini tetap terbuka… Untungnya setelah ASI, ada waktu 1,5 jam untuk break.
MK terakhir pada hari senin ialah Akuntansi… Well, saya sih punya kenangan yang buruk tentang akuntansi, karena dulu di SMU sempat mendapat nilai 10 (dari 100)… Namun rasanya ingin juga sih memperbaiki di kuliah ini.
Ternyata dosen akuntansi saya juga aneh…. terlalu bersemangat dalam mengajar namun tidak diikuti mahasiswa yang bersemangat pula, akibatnya dia mirip dengan pendeta yang sedang berkotbah di rumah ibadah…
Satu hal yang menarik ialah gaya dan nada bicaranya yang agak-agak unik, serta kata-kata yang menjadi trademarknya dia yaitu “tentunya”. Sudah lebih dari puluhan kali dia menyebutkan kata itu di akhir kalimat.
Secara overall, hari senin merupakan hari yang membosankan, kecuali pada MK Bahasa Pemrograman…..
Hari Selasa 1 praktikum dan 1 kuliah, namun praktikum baru dimulai setelah UTS, sedangkan kuliahnya sendiri jadwalnya sangat-sangat kacau, yaitu jam 5 hingga jam 7 sore. Jujur saja sangat malas sekali kuliah di jam sesore itu, karena jam-jam tersebut ialah jam dimana lalu lintas kacau balau dipenuhi bemo-bemo yang jalan-berhenti seenak udelnya.
Dan yang lebih membuat saya malas ialah MK-nya sendiri : “Pendidikan Agama Budha”…. well saya sendiri juga tidak sepenuhnya Budha, namun lebih tepatnya Kong Hu Cu, otomatis nantinya juga agak mubazir kan saya belajar Budha.
Dan memang benar, kelas agama Budha mahasiswanya hanya 9 orang (namun untungnya banyak yang cakep..), sepi…. diajar oleh nenek-nenek yang masih belum terlalu tua kelihatannya, namun saya betul-betul tidak kerasan di kelas tersebut…
Hari rabu, hanya ada 1 mata kuliah 3 SKS, yaitu Aljabar Linear. MK ini lumayan menyenangkan, dosennya juga enak dalam mengajar.
Hari kamis, hari dimulai dengan Bahasa Inggris II, dan entah kenapa jumlah mahasiswa seangkatan dengan saya hanya sedikit (sekitar 15 orang), sisanya dipenuhi mahasiswa angkatan atas yang mungkin ingin “memperdalam ilmu”…
Kelas seperti ini betul-betul tidak saya harapkan… Dosennya sama dengan dosen MK Bahasa Inggris I pada semester lalu, dan merupakan dosen yang cukup fun. Tapi dengan keadaan kelas yang seperti sekarang ini, rasanya MK Bahasa Inggris II tidak fun lagi seperti semester lalu…
Setelah Bahasa Inggris II, ada mata kuliah Perilaku Dalam Berorganisasi, dosennya lumayan enak, tidak terlalu sok formal, sehingga para mahasiswa dapat enjoy.
Hari Jumat, dimana saya berharap merupakan hari yang menyenangkan ternyata…….
Hanya ada 1 MK 2 SKS, yaitu Sistem Operasi I, Dosen yang mengajar bergelar S3. Ya.. walau bergelar S3, namun tetap saja mata kuliah ini betul-betul membosankan, persis sama membosankannya dengan mata kuliah PTI pada semester lalu…
Puncak sewot saya di semester 2 minggu pertama ialah pada saat dosen S3 tersebut memberi tugas yang harus ditulis tangan… Lucu kan, para dosen Konsep Sistem Informasi mengajarkan tentang office automation, konsep paperless dengan email, dan sebagainya… yang ini malah tidak paperless dan masih menyedot tenaga tangan.
Biasanya dosen-dosen “tradisional” seperti itu berdalih kalau tugasnya diketik, nanti bakal banyak yang ngopy… Namun dia lupa 1 hal, bahwa banyak jalan menuju Roma… Kalau memang ingin menyontek, saya tinggal bayari teman saya 10 ribu rupiah untuk menulis tugas saya bukan ?
Ya itulah minggu pertama semester 2 di STIKOM, secara overall sih masih sama membosankan dengan saat semester lalu, bahkan lebih membosankan semester 2 kayaknya…

4 comments June 11th, 2005


Calendar

August 2008
M T W T F S S
« Dec    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Posts by Month

Posts by Category